Laman

Senin, 23 Agustus 2010

Santoso 2011 Berharap Bisa Lebih Berkembang Melalui Sanggar-Sanggar Bathik Khas Lasem

Rembang
Keinginan Santoso melestarikan bathik Lasem dengan cara memberdayakan masyarakat terlibat dalam memproduksi kain tradisional khas itu, menghantarkannya menerima penghargaan dari Menteri Perindustrian. Pemilik CV Pusaka Beruang  akhirnya terwujud dan dari bekal pemaparan dari kementrian UMKM dijakarta saat acara penghargaan itu terus ia pelajari dan tetap akan ia terapkan
Santoso saat mendengarkan sambutan Hatta Rajasa Mentri Perindustrian di Jakarta

Ditemui di kediaman sekaligus tempat usaha di desa Karangturi kecamatan Lasem, Santoso menyebutkan, keputusan menggandeng masyarakat terlibat memproduksi bathik atas nama perusahannya, bukan berarti mengakali mereka tidak dimasukkan dalam tenaga kerja perusahaan. Semata-mata memberi pekerjaan sampingan, sekaligus mengajak untuk melestarikan bathik Lasem.
Stand Bathik CV. Pusaka Beruang pada saat  pameran diserbu pengunjung

Disampaikan Santoso dikediamannya sepulang dari jakarta usai menerima penghargaan atas pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat kecil sebagai mitra kerja  ,dia khawatir apabila tidak melibatkan banyak orang dalam berproduksi maka lambat laun generasi pembathik di Lasem makin habis krena tidak ada regenerasi. Dengan menggandeng masyarakat, pada kenyataannya tidak kalangan orang tua saja yang bekerja, melainkan meliputi remaja bahkan anak-anak ikut terserap didalamnya.kedepan pada tahun 2011 nanti  dia mempunyai harapan  akan menghidupkan perekonomian pedesaan dengan cara menghidupkan sanggar-sanggar rumah batik agar mereka yang tempat tinggalnya jauh dari kota lasem dan tak memiliki sarana bisa dari sanggar-sanggar tersebut bekerja dan belajar membathik  dan  mungkin kelak kalau sudah berjalan  ada pihak yang mau memfasilitasi modal sanggar-sanggar itu seperti halnya BUMN atau pihak lainnya yang penting apa yang terbaik bagi masyarakat Rembang pihaknya ikut aja maksudnya jika ada pihak yang memfasilitasi peminjaman kepada sanggar-sanggar pekerja batik di pedesaan dirinya   akan bertanggung jawab atas apa yang dipinjam asalkan dengan seleksi yang transparan
Santoso yang  memiliki karyawan berjumlah 630 orang tersebar di 5 kecamatan saat ini sibuk mempersiapkan THR bagi seluruh pekerjanya walaupun demikian  dia tetap berharap tahun ini THR bisa sesuai harapan pekerjanya (hasan)